SETIAKU BUTUH JEDA

Asssalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Setiaku butuh jeda.
Apa yang ada dalam pikirmu, ketika aku berbicara tentang kesetiaan  ?.
Adakah terbesit sepenggal kenangan yang pernah terlampau nyata.
Boleh aku berbicara sejenak, sebentar tentang kesetiaan?.
Aku pernah bertahan, membuka hati untuk merawat luka.
Aku pernah bertahan, membangun senyum di pagi buta.
Apakah setia itu di matamu ?. 
Apakah ini wujud setiaku ?.
Kau tahu apa itu kesetiaan ?.
Menanti dalam diam, menunggu dalam sendu.
Bertahan tanpa kepastian, merunut kisah dan memupuk perih.
Kau tak berkata, aku pun tetap berbicara.
Ini bukan lagi soal kita yang tak lagi berbincang tentang rasa, bukan?.
Sepertinya, memang bosan tengah merajam jiwamu.
Begitukah pengakhiran yang kau nantikan ?.
Atau kau hanya tetap merasa kasihan ?.
Kesetiaan itu bukan tentang seberapa lama seorang bertahan, begitupun denganku.
Kesetiaan tentang ujian.
Kesetiaan tentang bagaimana terus mencoba.
Untuk tetap ada, meski selalu dilihat tiada.
Tak perlu lagi ada sumpah.
Tak harus ada lagi kesah.
Aku tahu, tentang setiaku yang kau anggap salah.
Mungkin, aku tak lagi ingin pengakuanmu seberapa berat kesetiaanku kepadamu.
Dan mungkin ini adalah jeda untukku.
Pengistirahatan bagi hatiku.
Aku paham bahwa, kesetiaan seseorang tak selalu akan dianggap dengan nyata.
Jika hanya berlandaskan pada egoisme jiwa.
Bukankah seharusmya kau paham itu?.
Tak kunjung pulih, ternyata Allah sedang memberiku sebuah suratan.
Tentang bagaimana menjadi setia, tanpa perlu menyiksa.
Tentang bagaimana menjadi manusia. tanpa harus bergantung pada yang dicinta.
Tentang bagaimana melepaskan, tanpa harus merasa kehilangan.
Setiaku butuh jeda, ia perlu sebenar-benar muara.
Sekarang, utamanya adalah diri ini sudah sejatinya bersetia pada-Nya.
Menjadi wanita dengan sepenuh penjagaan, tanpa melupakan impian.
Dan tentang apa itu setiaku ?
Ya ini tentang pengujian bagi hatku.
Hanya perlu jeda, untuk tidak menetap terlalu lama, dan memupuk harapan yang tentah menuju kecewa.
Aku tak mau lagi menggantungkan harapan pada selain Dia.
Meski aku sudah terbiasa, bersetia dengan luka.

Untukmu yang sempat hadir...............

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.












By : @penasafa

Comments

Popular posts from this blog